Menuntun Matahari

panas ini berbeda dengan hari sebelumnya
langkah kaki terasa berat dengan tumpukan keringat membasah
matahari terik pas diatas kepala
teriknya panas ini hingga menyengat kulit kepala, hingga ubun-ubun
inginku rendam saja kepala ini! pada dinginnya air berselimut kan es yang
membekukan otak kepala hingga ke ubun-ubun.
ketika pala ini dingin aku bisaa berfikir yang seharusnya aku lakukan dan aku kerjakan
tidak dengan kepala panas yang hanya bisa memunculkan ide-ide yang tak seharusnya
keluar dari pikiran ini.
aku ingin bebas…. melihat yang indah-indah
mencari yang seharusnya ku inginkan
mendapatkan yang sudah ku harapkan
matahari yang sebelumnya memunculkan kemampuan yang dia miliki
kini mulai kehilangan kemampuannya untuk menyinari bumi
aku melihat indahnya awan senja yang menuntun matahari untuk tertidur
pergantian awan yang indah untuk di nikmati
awan bewarna orange perlahan memudar menjadi hitam
rotasi ini nyata!
aku harus meraskan Panas ini terjadi untuk mendapatkan indahnya senja
aku harus meraskan Panas ini untuk mendapatkan yang ku inginkan
dan aku harus merasakan panas untuk mendapatkan yang ku harapkan



Cerita Budi di Gerbong Krl


Pada cerita ini nama gw jadi budi ya, bukan bima karna ada hal lain yg membuat gw jadi budi hehe. gw mau cerita sama pengalaman gw naik commuter line jabodetabek , pada tanggal 11 agustus 2016 klo ga salah. Waktu itu gw abis dari rumah kosan temen gw yang ada di benhil jakpus, gw kesana naik kereta dan gw pulang dari sana pun naik kereta. gw pulang dari kosan temen gw jam set11. Langsung aja gw pesen grab bike buat ke stasiun karet. Di perjalanan dari benhil ke stasiun karet gw deg degan bener takut ketinggalan kereta terakhir. Klo ketinggalan maunya sih nginep di kosan temen gw yang di benhil tapi kayanya itu gabisa, sekalinya bisa kata yang punya kosan. gw tidurnya di tangga kosan katanya T.T. Tulang punggung gw langsung berbentuk tangga kali klo tidur di tangga haha. 

Oke gw udh sampe di stasiun karet, pas banget gw dateng, ke stasiun, kereta langsung dateng. Kereta berenti gw langsung cari tempat duduk dan duduk di sebelah anak muda dan sampingnya anak muda ada kakek-kakek ”dengan kulit penuh keriput namun sepertinya badannya sehat. Si kakek ini ngbrol dengan semngat kepada anak muda samping gw. Selama perjalanan gw dari karet si kakek ini terus berkoar mulutnya seperti soekarno yang sedang memberikan orasi tentang kemerdekaan kepada anak muda disebelahnya, dikereta gw yang tadinya mau tidur selama perjalananpun jadi gabisa tidur mendengar orasi dari kakek terhadap anak mudanya, yang gw denger si kakek ini selalu memanggil anak muda  tersebut dengan nama “di” entah anak muda tersebut namanya adi,radi,rudi atau budi sama kaya gw, oke gw sebut aja anak muda tersebut namanya budi biar sama kaya gw, mereka ngbrol mengenai kerasnya hidup di ibu kota, menurut gw obrolan dengan topic ini cukup berat ditengah jam 11 malem dimana orang di keretapun sudah cukup lelah dengan kerjaanya dan ingin cepat-cepat sampe rumah, namun dikereta mereka dipaksa untuk mendengarkan orasi si kakek tentang ibu kota 
yang keras,”memang keras ibukota”. 

Berikut percakapan yang gw denger 
“Omong-omong kamu itu kerja dimana?” Tanya kakek
“Saya kerja di proyek ke, Cuma saya di proyek itu lagi ada masalah kek, kaya ada orang yang ga seneng gitu sama saya kek” curhat orang yang namanya kaya gw ini.
“Ajak ribut aja tuh orang yang bikin kamu bermasalah di, dulu kakek aja pernah berantem sama temen kerja kakek.” Ucap kakek tua
Busraaaaak gw kaget si kakek malah ngasih saran begitu, kayanya si kakek ini dulu mantan preman terminal, pasar atau preman lampu merah..
“Bukan begitu kek tapi cara nyelesain masalahnya, kita disini kan pendatang, masa kita cari musuh, kita kan maunya nyari sodara”
Kakek langsung diem mendengar jawaban dari anak muda tersebut. Dan gw juga diem aja tapi ngupingin omongan budi dan kakek, Di denger dari respon budi sepertinya dia anak baik mmmmhhhhh
Kakek bertanya lagi kepada anak muda tersebut. “memangnya kamu itu dari mana?”
Loh kirain gw ni kakek sedang bicara sama cucunya, mereka belum saling mengenal ternyata, jadi kasian tuh sama anak muda di ceramahin mulu sama kakek haha, mending gw mata merem kuping denger alias nguping sepanjang perjalanan haha.
“Saya dari lampung kek, kakek sendiri dari mana emang?”
“Saya sih dari jawa tapi saya lagi tinggal di depok bareng anak saya, pgn kerja juga”
Wih kakek ini hebat juga ya udah tua tapi tetep mau bekerja, jadi malu sendiri.

Panjang curhat dengan kakek ternyata Budi telah memiliki istri dan anak, yang gw lihat dari mukanya sih masih muda kaya muka gw gitu eh ternyata dia udah punya anak dan istri, dan yang gw inget sih dari kata katanya dia ga akan bikin anaknya senasip kaya dia karna ternyata budi ini kerja serabutan di Jakarta uh, Pas gw denger bagian ini sedih juga tapi gw salut banget sama perjuangan budi disini, semoga tuhan memberi jalan yang mudah untuk mendapatkan rezeki yang halal buat budi.

Dan sampailah kereta di stasiun depok gw turun eh si kakek turun juga, tapi kita beda arah, salamat tinggal kakek semoga kita ketemu lagi di kendaraan umum lainnya.

*Budi bukan nama asli.

Kenali Indonesiamu dengan Caramu, Bagian III



Percakapan pak Asep dengan Rudi semakin serius, istri pak Asep hanya duduk dan mendengarkan saja sambil memberi makan anak bayinya, ya mungkin karena keterbatasan bahasa.
“Bapak kan udah sukses disana, pastinya hidup bapak udah nyaman, ditambah sudah menikah dan punya anak, tapi bapak kenapa balik lagi ke Indonesia?” Tanya Rudi sambil menuangkan minuman ke dalam gelas.
“Kalo dipilih kerja di luar negeri sama Indonesia, ya jelas saya pilih Indonesia.” Rudi diam mendengar jawaban pak Asep
“Memangnya kenapa pak?”
“Disanakan budayanya beda sekali di Indonesia, saya kerja disana juga karena infrastruktur yang saya butuhkan untuk melakukan riset itu belum tersedia, dan menurut saya lebih baik memajukan Negara sendiri dari pada memajukan Negara yang sudah maju karena tantangan itu berbeda, lagi pula negara kita ini kaya loh, dan saya rasa Negara ini memiliki potensi yang besar buat menajdi Negara maju.”
“Bapak kenapa bisa bilang seperti itu?”
Rudi terheran mendengar jawaban seorang ilmuwan seperti itu
“Karna saya melihat kamu, anak muda yang hebat dengan passion ilmu pengetahuan.  istri saya sendiri saja cinta Indonesia dengan kekayaan budayanya dia bilang unik katanya.”
Pak Asep langsung melemparkan senyuman kepada istri sambil berkata “Do you like indonesia?” istrinya tersebut hanya tersenyum sambil mengatakan “I don’t like Indonesia but I really love Indonesia, Indonesia is the most beautiful country that i ever seen before. I said like that, because Indonesia have many kind of culture and beautiful places.” Dengan senyum manis dan tatapan mengarah ke Rudi mrs Albreda berkata
Tak terasa jam menunjukan angka 11 malam namun kondisi situasi rumah makan ini makin ramai dengan live music dan aksi para wisatawan yang sedang menikmati suasana malam yang hangat ini, namun Percakapan Rudi dan pak Asep sudah berakhir dan Rudi kembali ke tempat penginapannya.
“Orang yang lebih hebat dari gw aja cinta sama Indonesia, ko gw ngak?” Ucapan tersebut terfikirkan oleh Rudi ketika sedang merapihkan baju yang akan dibawa pulang besok, Rudi ingat sekali pesan dari pak Asep “Mungkin arwah para pahlawan akan tersenyum, ketika pemuda memiliki rasa nasionalisme untuk memajukan Negara bersama.” Kata itulah yg membuat Rudi berfikir jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga, dan pasti akan bersedih jika perjuangannya tidak diteruskan oleh pemuda saat ini.
Pagi hari telah tiba dan saatnya Rudi pulang ke tempat kos di Depok untuk melakukan aktifitasnya.
Sampai akhirnya Rudi sampai di tempat kosannya tepat jam 8 malem dan langsung disapa oleh Jaka.
“Lu kemana aja 3 hari? Jalan-jalan kagak ngajak gw.” Tanya jaka
Sampai di kosan Rudi masih cape namun semangatnya tentang pengalaman perjalannya mencari apa itu Indonesia tidak sabar untuk diceritakan kepada Jaka.
“Gw abis berkelana mencari apa itu Indonesia, Jadi sebenarnya yang lu bilang tentang Indonesia itu benar ya.”
Jaka bingung dengan ucapan Rudi yang tiba-tiba cinta dengan Indonesia
“Loh kenapa lu ko tiba-tiba bisa berubah gitu.”
“Jadi selama perjalanan itu ga sengaja gw ketemu sama orang-orang yang inspiratiflah, Gw ngobrol sama dia sampai jadi omonganya itu bikin hati gw gemeteran tentang apa yang ada di Indonesia, Mulai dari kayanya kebudayaan kita, luasnya daerah kita dari sabang sampai merauke, kayanya Sumber Daya Alam, dan ternyata banyak orang indonesia yang pintar di luar negeri yang sebenarnya ia ingin pulang ke Indonesia untuk membangun Indonesia, namun ada keterbatasan yang membuat mereka belum kembali.”
Jaka kaget mendengar ucapan Rudi, karna pandangan dia tentang Indonesia sangat berbeda dengan Rudi yang dia kenal.
Sampai akhirnya Rudi berkata “Ternyata kesimpulan gw tentang Indonesia itu salah banget ya, Banyak banget orang di luar negeri cinta dengan Negara kita, Masa kita sebagai asli orang Indonesia tidak cinta, dan baca lagi nih media online “Rio Haryanto sempat ditawari pindah warga Negara karena kesulitan financial pada mengikuti lomba Gp2 namun Rio Haryanto menolak.” Hebat kan? begitu tingginya rasa nasionalisme Rio sebagai orang yang berprestasi dan ada kutipan bagus dari John F Kennedy “Jangan tanyakan apa yang bangsa ini berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada bangsa ini.” Dan semenjak itu Rudi mulai cinta dengan Indonesia karena telah mencari tahu apa itu Indonesia sebenarnya.
   




Kenali Indonesiamu dengan Caramu, Bagian II




Rudi langsung duduk dan memilih makanan yang akan dimakan di mejanya, sambil memilih makanan datanglah segrombolan orang yang memakai baju unik, sepertinya baju ciri khas beberapa daerah di Indonesia, Rudi melongok orang tersebut tak henti-henti karena orangnya ganteng-ganteng dan cantik-cantik, duduklah mereka semua di meja samping Rudi. 
“Eh kamu pake baju daerah mana sih?” 
“Aku pake baju khas Riau ini.”
“Bagus bajunya aku suka, kamu jadi keliatan anggun.”
 Seperti itulah kutipan omongan yang Rudi dengar sambil makan di rumah makan tersebut. Rudi Penasaran sebenarnya mereka itu ngapain sih pakai baju ribet kalo Cuma mau makan di rumah makan padang, Akhirnya Rudi menghampiri orang tersebut.
“Misi mas sebenarnya ini dari mana ya, ko bajunya itu unik-unik semua, mas dan mbaknya jadi keliatan beda.” Tanya Rudi sambil malu-malu tapi penasaran.
“Oh ini kita dari komunitas pencinta budaya Indonesia.” Jawab salah satu orang dari sekumpulan komunitas.
“Saya dari awal tertarik melihat mbak dan masnya ini ketika masuk, memangnya aktifitas dari komunitas ini kira-kira ngapain mas?”
“Ya aktifitasnya kurang lebih mempromosikan budaya yang terdapat di Indonesia mulai dari baju, Makanan sampai tempat wisata yang ada di Indonesia.”
Lama Rudi berbincang dengan salah satu dari komunitas tersebut, Rudi langsung dapat menyimpulkan kalo Indonesia itu kaya dengan budaya dan bahasa, Mendengar ucapan orang tersebut anggapan tentang Indonesia itu buruk mulai mengikis sedikit dipikiran Rudi.
“Oh gitu ya mas, kebetulan saya pengen nanya tempat wisata yang banyak wisatawan asingnya dimana ya ?” Tanya Rudi
“Biasanya wisatawan asing asal Eropa atau Australi itu sukanya ke pantai soalnya dia mau menghitamkan kulit buat dateng ke Indonesia, Yang paling banyak dan deket dari Jakarta paling pangandaran, disana juga pantainya banyak dan bagus dan sepanjang jalan pantai banyak Resort, Kamar penginapan, Restaurant, dan Merchandise tentang pagandaran”
“Pantai pangandaran mas?” Rudi diam sejenak, pantai pangandaran lumayan jauh juga dari Jakarta.
Rudi masing berfikir, Sampai akhirnya dia memutuskan untuk berangkat ke pantai pangandaran.
“Yaudah mas, Saya cukup tertarik dengan sarannya, Sepertinya saya langsung berangkat biar cepat sampai.” Rudi langsung bayar makanan yang dia pesan dan langsung pergi meninggalkan rumah makan.
Di perjalanan Jakarta Pangandaran memakan waktu 8 jam, namun karena bukan lagi hari liburan jalan kosong dan tidak macet. Rudi pergi ke pantai pangandaran seorang diri dengan menggunakan mobilnya, Selama perjalanan langit yang tadinya cerah sekarang sudah gelap, jam menunjukan angka 8 malam dan sampailah Rudi di Pangandaran, Sampai di tempat wisata pangandaran suara ombak laut saling bersautan dengan kecangnya sampai terdengar di jalan, Sepanjang jalan pantai ramai dengan aktifitas wisatawan dengan bersepedah maupun berjalan banyak juga wisatawan yang sedang bernyanyi sambil menikmati suasana angin malam pantai bersama makanan dan minuman yang disediakan dari restaurant namun Rudi langsung mencari tempat penginapan dan langsung istirahat karena lelahnya perjalanan.
Matahari belum menampilkan sinarnya, suara adzan subuh berkumandang di setiap penjuru masjid Rudi sentak terbangun dari tidurnya untuk melaksanakan sholat subuh di hotel tempat dia menginap. Selesainya sholat subuh Rudi langsung keluar dari hotel menuju pantai untuk melihat Sunrise, Suasana di pantai ini sudah cukup rame dengan para wisatawan asing maupun lokal.
“Huaaaaaa” Suara anak kecil dari wisatawan asing yang nangis dan di gendong bersama ibunya, anak tersebut sepertinya kedinginan, memang hawa disini masih dingin dengan angin yang cukup kencang. Rudi langsung melepaskan jaket yang di pakai untuk memberikannya kepada wisatawan tersebut. 
“You can use my jacket for your baby” Ucap Rudi kepada turis asing ini, turis ini langsung mengambil jaket yang gw berikan dan langsung dikenakan untuk anaknya.
“Thanks for the jacket, can you give me your phone number? I need for give back your jacket” Rudi langsung memberikan no handphonenya.
Pertunjukan sunrise sudah selesai Rudi langsung kembali menuju hotel dan kembali beristirahat. 
“Kriiinkkk” suara handphone berbunyi dan berisi dari pesan whatsapp dari orang yang tidak diketahui.
“Hei, i want give back your jacket, please meet me at 4.00 pm in the first place we met, thanksJ”
Jam sudah menunjukan jam 4 sore, Rudi langsung pergi ke tempat dimana Rudi bertemu bule tersebut, sampai disana ternyata bule itu bersama laki-laki berwajahkan indonesia.
“Ini jaket kamu terimakasih sudah meminjamkan kepada anak saya tadi subuh.” Rudi langsung mengambil jaketnya.
“Oh jadi ibu bule ini istri bapak?”
“Iya nak, Bapak mau ucapkan terimakasih, kalo tidak ada jaket ini anak bapak sudah kedinginan pas mamanya mau lihat sunrise.”
bapak tersebut terlihat senang sekali atas bantuan Rudi tadi pagi
“Nanti malem kamu ikut bapak bisa?, Kita dinner bersama, kamu mau kan?”
Rudi diam dengan wajah yang bingung mendengar ajakan dari bapak tersebut.
“Yasudah kamu pikirkan saja ya, saya mau pergi lagi sama anak saya, kamu saya tunggu jam 7 malam di restoran seafood, saya harap kamu bisa dateng.”
bapak tersebut langsung pergi bersama istri bule dan 1 anak bayinya untuk bermain main di pantai.
Malam hari sudah tiba Rudi bersiap-siap untuk menghadiri makan malam. Baju sudah rapih saatnya Rudi berangkat ke restoran yang dituju. Sampai disana Rudi bertemu dengan bapak yang mengajaknya makan dan mereka langsung mencari tempat duduk, disana Rudi di sambut dengan makanan yang banyak tentunya makanan laut, Setelah berbincang Rudi berkenal dengan bapak tersebut yang namanya pak Asep istrinya bernama Mrs Albreda dan bayi perempuannya bernama Alice.
“Jadi kamu itu kuliah apa sudah bekerja.” Tanya pak asep
“Kuliah saya sudah selesai pak, jadi saya tinggal nunggu wisuda saja.”
“Oh jadi kamu tinggal nunggu wisuda? Trus kamu sudah punya rencana mau kemana setelah lulus?”
“Ya saya mau kerja diluar negeri pak.”
“Kamu memangnya kenapa memilih kerja diluar?”
“Ya saya mencari yang lebih layak saja, disini sepertinya ga layak buat orang yang memiliki passion besar sama ilmu pengetahuan.”
Sepanjang perbincangan Rudi banyak curhat mengenai indonesia
Rudi banyak berbincang dengan bapak yang namanya pak Asep ini, Dan ternyata bapak ini adalah ilmuwan asal indonesia yang sempat menetap di jerman selama 7 tahun untuk melakukan penelitian, namun dia sudah kembali ke Indonesia lagi.

Kenali Indonesiamu dengan Caramu, Bagian I




“Tersangka baru telah ditetapkan oleh kpk mengenai kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan wisma atlet……” Berbagai media tv kini sedang ramai memberitakan kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat. 
“Ini berita tv ga ada yang membanggakan apa selain dari kasus korupsi dari pejabat?” Ucap Rudi 
“Sini cari siaran tv yang lain deh mungkin nyiarin berita yang beda.” Jaka langsung mengambil remote tv dan menggantinya dengan channel yang lain.
“Tuh lu liat aja jak, semua siaran tv itu sama lagi ngebahas tentang kasus korupsi, please ga ada gitu yang bisa dibanggakan dari indonesia?”
“Ya adalah banyak, emang ini aja lagi jadi Hot news ya otomatis berita di tv ini semua.”
“Nih baca media online Rio haryanto tidak dapat mengikuti F1 karena dana yang dibutuhkan tidak dapat dicairkan oleh DPR, Miris kan jak dengernya Rio Haryanto itu sering mengharumkan nama indonesia, tapi ini balasannya?” Jaka hanya terdiam mendengar argumen dari Rudi karena setiap perdebatan mengenai Indonesia Rudi seperti tidak cinta dengan tanah airnya.  
Suasana kosan kini mulai berangsur sepi dengan aktifitas mahasiswa Rudi dan Jaka yang biasa mengerjakan tugas kuliah karena kuliah mereka sudah selesai, Rudi dan Jaka hanya tinggal menunggu waktu untuk wisuda
“Rudi lu jadi tinggal di luar negeri abis ini?." Tanya Jaka sambil merapihkan baju
“Jadi jak, kenapa?” 
“Apa si yang membuat lu ingin tinggal disana?”
“Sudah terlalu banyak masalah rumit Jak.”
“Emg masalah yang rumit ini ngerugiin lu?”
“Ya, Pasti gw pengen tinggal di negara yang ga banyak masalah kaya disini, dan infrastruktur yang lengkap.” 
“Rasa nasionalisme lu tuh kayanya udah hancur deh gara-gara film barat.”
“Apa yang bisa gw banggakan dari rasa nasionalisme? kalo pejabatnya aja banyak kasus, dan rakyat menderita?”
“Ya, itu benar, tapi Cuma sebagian aja ga semua pejabat kaya gitu dan lu harus inget yang bisa membanggakan itu banyak dari segala aspek, bisa dari olahraga. Banyak ko atlet kita yang berprestasi yang paling unggul itu Bulutangkis, Angkat Besi, Wushu dan masih banyak lagi, Budaya kita juga bermacam-macam setiap daerah punya ciri khas masakan bahasa di negara lain ga semuanya kaya gini,  Sumber daya alam Negara kita itu banyak, dan pemandangan alam di Indonesia juga indah-indah dan ga semua Negara mempunyainya, banyak ko orang luar negeri yang datang ke indonesia cuma pengen liat alam kita, Jadi kayanya pendapatlu salah.”  
Rudi sangat fokus mendengar ucapan jaka, Rudi berfikiran, bahwa yang diucapkan dari Jaka ada benernya juga, Namun Rudi masih gengsi untuk mengakui bahwa Indonesia itu bagus.
“Udahlah lu ngomong panjang lebar juga gw masi tetep ga suka sama yang ada di Indonesia.” Ucap rudi.
Jam menunjukan angka 12 malam, Suasana kosan sudah mulai sepi Jaka langsung mematikan lampu kosan dan pergi menuju kasur untuk tidur, Jaka dan Rudi memang tinggal di satu kamar kosan yang sama namun di kamar tersebut mereka beri sekat untuk memisahkan mereka berdua. Lampu kamar Rudi masih menyala, Rudi masih duduk di meja sambil memikirkan perkataan dari Jaka tadi, “Ko gw sampe segininya kecewa sama indonesia?” Ucap Rudi dalam hati. Sambil berkata begitu Rudi browsing di Internet, “Hal yang membanggakan dari Indonesia” Keluarlah banyak sekali yang bisa dibanggakan dari Indonesia. Waktu sudah semakin larut Rudi pun tertidur di meja sambil tangan memegang keyboard laptop.  
Krinkkk bunyi hp membangunkan Rudi, Rudi terbangun dari suara alarm dan langsung mematikan suara alarm tersebut namun suara hp tersebut bunyi lagi dan ternyata itu adalah suara telepon dari mamanya Rudi.
“Hallo Rudiiiiiiiiii kamu baru bangun?” Tanya mama rudi dengan nada yang keras
“Aku kira tadi alarm ma makanya aku matiin, mama ngapain sih telpon pagi-pagi banget?”  Rudi berbicara dengan mata tertutup karena masih ngantuk.
“Mama mau bangunin kamu aja, Sekalian mau mau kasih tau, mending kamu pulang, toh kuliah kamu juga udah selesai kan?” 
“Iya mah kuliah Rudi udah selesai tapi Rudi masih ada kegiatan disini mah.”
“Kegiatan apa?  Kegiatan kamu kebanyakan main game mulu.”
Rudi langsung terdiam sejenak mendengar omongan mamanya yang kegiatannya Cuma main game
“Ih mama so tau aja, Rudi mau cari tau tentang Indonesia.” 
“Yaudah yang penting kamu jangan main game mulu, nanti susah dapet pacar.”
Rudi tidak menanggapi omongan mamanya tersebut dan langsung mematikan telpon dan kembali tidur, Namun Rudi tidak bisa tidur lagi karena memikirkan tentang Indonesia tersebut. Langsung saja Rudi mandi dan bersiap untuk pergi  
“Rud lu mau kemana?” Tanya Jaka
“Gw mau jalan-jalan, lu mau ikut?”
“Ko dadakan?” Tanya jaka
“Iya ada sesuatu yang pengen gw cari, lu mau ikut ga” 
Jaka masih mikir dengan ajakan Rudi 
“Ah kelamaan mikir gw berangkat ya.”
“Yaudah dah lu sana pergi, Gajelas lu mah”
Rudi langsung pergi dari kosan sambil membawa tas yang isinya cukup banyak.
Krinnkkk tak lama kemudian jaka menelpon
“Eh seriusan lu mau kemana? berapa hari? Nanti mama lu tiba-tiba dateng gw jawab apa?” dengan muka kebingungan jaka bertanya.
“Udah bilang aja lagi pergi ngerjain tugas kelompok.”
“Tugas kelompok jidat lu, kuliah aja udh selesai. Rud…… rudiiiii” 
Rudi tidak mendengarkan lagi ucapan dari jaka dan langsung pergi saja dengan mobilnya.
Rudi ingin tau apasih yang bisa dibanggakan dari Indonesia? hasil dari browsing kemarin Rudi berniatan untuk pergi kesuatu tempat. “Yap mungkin pertama gw pergi ke tempat wisata aja kali ya yang banyak wisatawan asingnya, kira-kira gw kemana ya?” Ucap Rudi Sepanjang perjalanan. 20 menit Rudi masih memikirkan tempat mana yang akan dikunjungi dan sampai akhirnya Rudi berenti dulu di rumah makan padang untuk makan. 

Tentang Penulis

Bima sakti nugeraha lelaki yang lahir pada tahun 1994 bulan 10 dan tanggal 18 ini. Memang  hobi nulis menulis untuk mengisi jam kosong dalam hidupnya, menurutnya moment-moment terbaik  yang  didapatkan dari kejadian sehari-hari sayang untuk tidak dibagikan kepada orang lain.

Saat ini penulis berdomisili kota Depok Jawa Barat  dan masih tinggal bersama orang tua.

Karena background pendidikan penulis di bidang IT penulis juga hobi menulis kode menggunakan bahasa pemograman untuk mengerjakan projek-projek kecil.

Bima Sakti Nugeraha

About Blog

Blog ini berisi tulisan iseng-iseng dari anak manusia yang tinggal di Depok Jawa Barat, Tulisan yang di sajikan pada blog ini juga hasil dari orang ngomong sana orang ngomong sini yang gw racik dengan menambahkan 13% kata bijak, 69% sumber yang gw dapet dan 18% kalimat ngelantur yang nantinya tulisan tersebut memiliki judul yang layak buat dibaca. Semoga blog ini dapat terus berkembang melahirkan tulisan-tulisan yang layak buat dibaca, mohon bantuannya.