Puisi

Menuntun Matahari

11/09/2016 11:16:00 PM Bima Sakti Nugeraha 0 Comments

panas ini berbeda dengan hari sebelumnya
langkah kaki terasa berat dengan tumpukan keringat membasah
matahari terik pas diatas kepala
teriknya panas ini hingga menyengat kulit kepala, hingga ubun-ubun
inginku rendam saja kepala ini! pada dinginnya air berselimut kan es yang
membekukan otak kepala hingga ke ubun-ubun.
ketika pala ini dingin aku bisaa berfikir yang seharusnya aku lakukan dan aku kerjakan
tidak dengan kepala panas yang hanya bisa memunculkan ide-ide yang tak seharusnya
keluar dari pikiran ini.
aku ingin bebas…. melihat yang indah-indah
mencari yang seharusnya ku inginkan
mendapatkan yang sudah ku harapkan
matahari yang sebelumnya memunculkan kemampuan yang dia miliki
kini mulai kehilangan kemampuannya untuk menyinari bumi
aku melihat indahnya awan senja yang menuntun matahari untuk tertidur
pergantian awan yang indah untuk di nikmati
awan bewarna orange perlahan memudar menjadi hitam
rotasi ini nyata!
aku harus meraskan Panas ini terjadi untuk mendapatkan indahnya senja
aku harus meraskan Panas ini untuk mendapatkan yang ku inginkan
dan aku harus merasakan panas untuk mendapatkan yang ku harapkan



You Might Also Like

0 komentar: