Cerpen,

Kenali Indonesiamu dengan Caramu, Bagian II

10/05/2016 10:23:00 PM Bima Sakti Nugeraha 0 Comments




Rudi langsung duduk dan memilih makanan yang akan dimakan di mejanya, sambil memilih makanan datanglah segrombolan orang yang memakai baju unik, sepertinya baju ciri khas beberapa daerah di Indonesia, Rudi melongok orang tersebut tak henti-henti karena orangnya ganteng-ganteng dan cantik-cantik, duduklah mereka semua di meja samping Rudi. 
“Eh kamu pake baju daerah mana sih?” 
“Aku pake baju khas Riau ini.”
“Bagus bajunya aku suka, kamu jadi keliatan anggun.”
 Seperti itulah kutipan omongan yang Rudi dengar sambil makan di rumah makan tersebut. Rudi Penasaran sebenarnya mereka itu ngapain sih pakai baju ribet kalo Cuma mau makan di rumah makan padang, Akhirnya Rudi menghampiri orang tersebut.
“Misi mas sebenarnya ini dari mana ya, ko bajunya itu unik-unik semua, mas dan mbaknya jadi keliatan beda.” Tanya Rudi sambil malu-malu tapi penasaran.
“Oh ini kita dari komunitas pencinta budaya Indonesia.” Jawab salah satu orang dari sekumpulan komunitas.
“Saya dari awal tertarik melihat mbak dan masnya ini ketika masuk, memangnya aktifitas dari komunitas ini kira-kira ngapain mas?”
“Ya aktifitasnya kurang lebih mempromosikan budaya yang terdapat di Indonesia mulai dari baju, Makanan sampai tempat wisata yang ada di Indonesia.”
Lama Rudi berbincang dengan salah satu dari komunitas tersebut, Rudi langsung dapat menyimpulkan kalo Indonesia itu kaya dengan budaya dan bahasa, Mendengar ucapan orang tersebut anggapan tentang Indonesia itu buruk mulai mengikis sedikit dipikiran Rudi.
“Oh gitu ya mas, kebetulan saya pengen nanya tempat wisata yang banyak wisatawan asingnya dimana ya ?” Tanya Rudi
“Biasanya wisatawan asing asal Eropa atau Australi itu sukanya ke pantai soalnya dia mau menghitamkan kulit buat dateng ke Indonesia, Yang paling banyak dan deket dari Jakarta paling pangandaran, disana juga pantainya banyak dan bagus dan sepanjang jalan pantai banyak Resort, Kamar penginapan, Restaurant, dan Merchandise tentang pagandaran”
“Pantai pangandaran mas?” Rudi diam sejenak, pantai pangandaran lumayan jauh juga dari Jakarta.
Rudi masing berfikir, Sampai akhirnya dia memutuskan untuk berangkat ke pantai pangandaran.
“Yaudah mas, Saya cukup tertarik dengan sarannya, Sepertinya saya langsung berangkat biar cepat sampai.” Rudi langsung bayar makanan yang dia pesan dan langsung pergi meninggalkan rumah makan.
Di perjalanan Jakarta Pangandaran memakan waktu 8 jam, namun karena bukan lagi hari liburan jalan kosong dan tidak macet. Rudi pergi ke pantai pangandaran seorang diri dengan menggunakan mobilnya, Selama perjalanan langit yang tadinya cerah sekarang sudah gelap, jam menunjukan angka 8 malam dan sampailah Rudi di Pangandaran, Sampai di tempat wisata pangandaran suara ombak laut saling bersautan dengan kecangnya sampai terdengar di jalan, Sepanjang jalan pantai ramai dengan aktifitas wisatawan dengan bersepedah maupun berjalan banyak juga wisatawan yang sedang bernyanyi sambil menikmati suasana angin malam pantai bersama makanan dan minuman yang disediakan dari restaurant namun Rudi langsung mencari tempat penginapan dan langsung istirahat karena lelahnya perjalanan.
Matahari belum menampilkan sinarnya, suara adzan subuh berkumandang di setiap penjuru masjid Rudi sentak terbangun dari tidurnya untuk melaksanakan sholat subuh di hotel tempat dia menginap. Selesainya sholat subuh Rudi langsung keluar dari hotel menuju pantai untuk melihat Sunrise, Suasana di pantai ini sudah cukup rame dengan para wisatawan asing maupun lokal.
“Huaaaaaa” Suara anak kecil dari wisatawan asing yang nangis dan di gendong bersama ibunya, anak tersebut sepertinya kedinginan, memang hawa disini masih dingin dengan angin yang cukup kencang. Rudi langsung melepaskan jaket yang di pakai untuk memberikannya kepada wisatawan tersebut. 
“You can use my jacket for your baby” Ucap Rudi kepada turis asing ini, turis ini langsung mengambil jaket yang gw berikan dan langsung dikenakan untuk anaknya.
“Thanks for the jacket, can you give me your phone number? I need for give back your jacket” Rudi langsung memberikan no handphonenya.
Pertunjukan sunrise sudah selesai Rudi langsung kembali menuju hotel dan kembali beristirahat. 
“Kriiinkkk” suara handphone berbunyi dan berisi dari pesan whatsapp dari orang yang tidak diketahui.
“Hei, i want give back your jacket, please meet me at 4.00 pm in the first place we met, thanksJ”
Jam sudah menunjukan jam 4 sore, Rudi langsung pergi ke tempat dimana Rudi bertemu bule tersebut, sampai disana ternyata bule itu bersama laki-laki berwajahkan indonesia.
“Ini jaket kamu terimakasih sudah meminjamkan kepada anak saya tadi subuh.” Rudi langsung mengambil jaketnya.
“Oh jadi ibu bule ini istri bapak?”
“Iya nak, Bapak mau ucapkan terimakasih, kalo tidak ada jaket ini anak bapak sudah kedinginan pas mamanya mau lihat sunrise.”
bapak tersebut terlihat senang sekali atas bantuan Rudi tadi pagi
“Nanti malem kamu ikut bapak bisa?, Kita dinner bersama, kamu mau kan?”
Rudi diam dengan wajah yang bingung mendengar ajakan dari bapak tersebut.
“Yasudah kamu pikirkan saja ya, saya mau pergi lagi sama anak saya, kamu saya tunggu jam 7 malam di restoran seafood, saya harap kamu bisa dateng.”
bapak tersebut langsung pergi bersama istri bule dan 1 anak bayinya untuk bermain main di pantai.
Malam hari sudah tiba Rudi bersiap-siap untuk menghadiri makan malam. Baju sudah rapih saatnya Rudi berangkat ke restoran yang dituju. Sampai disana Rudi bertemu dengan bapak yang mengajaknya makan dan mereka langsung mencari tempat duduk, disana Rudi di sambut dengan makanan yang banyak tentunya makanan laut, Setelah berbincang Rudi berkenal dengan bapak tersebut yang namanya pak Asep istrinya bernama Mrs Albreda dan bayi perempuannya bernama Alice.
“Jadi kamu itu kuliah apa sudah bekerja.” Tanya pak asep
“Kuliah saya sudah selesai pak, jadi saya tinggal nunggu wisuda saja.”
“Oh jadi kamu tinggal nunggu wisuda? Trus kamu sudah punya rencana mau kemana setelah lulus?”
“Ya saya mau kerja diluar negeri pak.”
“Kamu memangnya kenapa memilih kerja diluar?”
“Ya saya mencari yang lebih layak saja, disini sepertinya ga layak buat orang yang memiliki passion besar sama ilmu pengetahuan.”
Sepanjang perbincangan Rudi banyak curhat mengenai indonesia
Rudi banyak berbincang dengan bapak yang namanya pak Asep ini, Dan ternyata bapak ini adalah ilmuwan asal indonesia yang sempat menetap di jerman selama 7 tahun untuk melakukan penelitian, namun dia sudah kembali ke Indonesia lagi.

You Might Also Like

0 komentar: